KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan karya ilmiah sederhana yang berjudul “Pengembangan Pendidikan
Budaya dan Karakter Bangsa”.
Dan kami mengucapkan
terima kasih kepada :
1.
Ibu Ayuni Suri Rauf S,pd
selaku guru pembimbing
2.
Dan semua pihak yang
telah membantu terselesainya tugas karya ilmiah ini. Mudah-mudahan karya ilmiah
ini dapat bermanfaat khusunya bagi pembaca.
Harapan kami apabila ada
kurang lebihnya kami mohon saran dan kritiknya karena masih dalam taraf belajar.
Bandar Lampung, Maret 2014
Penyusun
(Nur Rohman Arifin)
SMP N 22 BANDAR LAMPUNG
IXE
SMP N 22 BANDAR LAMPUNG
IXE
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Persolan budaya dan
karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat, baik itu melalui media
cetak, wawancara, dialog dan lain sebagainya. Persoalan yang muncul di
masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan yang
terjadi dimana-mana, sirkulasi ekonomi yang terhambat serta dunia politik yang
menuai pro dan kontra menjadi salah satu topik yang hangat di masyarakat. Berbagai
alternatif penyelesaian masalah ini telah dilakukan seperti peraturan,
undang-undang, penerapan hukum yang lebih kuat.
Kepedulian masyarakat
terhadap pendidikan budaya dan karakter bangsa juga telah menjadi perhatian
pemerintah. Pemerintah telah mengembangkan pendidikan budaya dan karakter
bangsa ini melalui Departemen Pendidikan Nasional. Karena itulah kami tertarik
menjadikan topik ini sebagai bahasan karya ilmiah sederhana yang akan kami
tulis.
1.2 Identifikasi
masalah
1.2.1
Peristiwa apa sajakah yang kini marak terjadi sebagai bentuk penyimpangan dari
karakter bangsa ?
1.2.2 Apa
sebab-sebab terjadinya penyimpangan karakter tersebut ?
1.2.3 Dampak apa
saja yang ditimbulkan akibat penyimpangan karakter ini ?
1.2.4 Bagaiman
upaya mengurangi atau bahkan menghilangkan penyimpangan karakter tersebut ?
1.3 Rumusan
masalah
1.3.1
Bagaimana pengaruh penyimpangan karakter ini pada prestasi siswa ?
1.4 Tujuan
dan manfaat
1.4.1
Mengembangkan kebiasaan dan perilaku anak bangsa yang terpuji dan sejalan
dengan karakter bangsa Indonesia.
1.4.2 Menanamkan
jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab kepada anak bangsa sebagai generasi
penerus bangsa.
1.4.3
Mengembangkan sikap mandiri, disiplin, jujur, kreatif dan berwawasan
kebangsaan
1.5 Metode
penelitian
1.5.1
Mengamati kondisi di lapangan
1.5.2 Membaca buku
pendukung
Bab II
Pembahasan
2.1 Contoh-contoh
perilaku penurunan moral
Ada beberapa peristiwa
yang tergolong penyimpangan karakter di negeri ini. Contoh kecil saja, di zaman
yang sudah modern ini banyak orang yang lupa beretika, lupa menjaga sopan
santun, tak mau saling tolong menolong, tak bertanggung jawab, tidak tahu
batas-batas pergaulan dan masih banyak lagi. Hal sekecil itu saja sudah tak terkendali,
apalagi hal yang besar.
Realitanya, banyak
makelar kasus, penggelapan pajak, korupsi, kejahatan yang dilakukan oleh
oknum-oknum tak bertanggung jawab dan yang amat sangat memprihatinkan adalah
perilaku remaja Indonesia yang masih berada di usia sekolah. Menurut survey,
pada tahun 2008 yang dilakukan di 33 provinsi di Indonesia sekitar 18.000
penduduk Indonesia terjangkit penyakit HIV dan AIDS, 63% remaja melakukan
hubungan seksual di luar nikah, 21% diantaranya melakukan aborsi dan sekitar
3,2 juta penduduk Indonesia adalah pemakai narkoba dan 1,1 juta diantaranya
adalah pelajar tingkat SMP hingga mahasiswa. Keadaan inilah yang membuat
keadaan negeri ini semakin buruk.
2.2 Sebab-sebab Penurunan
Moral
Orang tua merupakan
orang yang paling dekat dengan anak sekaligus orang pertama yang memberikan
kasih sayang, bahkan ketika anak itu masih ada dalam kandungan. Contohnya saja
seorang ayah mengumandangkan adzan dengan lirih di telinga sang anak ketika ia
baru saja dilahirkan, itulah bekal awal untuk mengawali hidup dengan kebaikan.
Sedangkan, ketika sang anak hendak tidur, ibulah yang menenangkan atau
membacakan dongeng untuknya. Tidak hanya itu, ayah dan ibu juga mengajari putra
putrinya berjalan, berbicara dan mulai berkomunikasi dengan orang lain. Dengan
begitulah, orang tua memberi bekal utama dalam megendalikan anaknya untuk
menjadi anak yang baik.
Namun, kenyataannya ada
orang tua yang belum mengerti bagaimana cara mengasuh anak dengan penuh cinta
dan kasih sayang. Buktinya, ada saja orang tua yang menitipkan anaknya kepada
babby sitter atau pembantu rumah tangga. Sehingga, anak tersebut mendapatkan
pendampingan tumbuh dan berkembang bukan dari orang tua yang sudah
berkeahlian mengurus anak dan tidak pula orang tua itu menjadi pendamping terindah
ketika anaknya tumbuh. Ada saja alasan yang dijadikan para orang tua untuk
memutuskan menitipkan anak kepada babby sitter. Salah satu alasan andalannya
adalah karena harus mencari nafkah untuk membiayai anak itu, padatnya jam kerja
dan lain sebagainya. Seharusnya tidak begitu. Boleh saja bekerja, tanpa
melupakan tugas utama sebagai orang tua.
Ada pepatah bilang,
bahwa “segala sesuatu yang ditangani oleh orang yang bukan ahlinya, tunggulah
saat kehancurannya.” Berarti harusnya para orang tua harus memiliki kemampuan
dalam hal mengurus anak.
Tidak hanya itu, bentuk
perlakuan yang diterima anak dari orang tua dan lingkungan, menentukan kualitas
kepribadian seorang individu. Seseorang yang memiliki kepribadian lemah karena
ia kurang mendapat perhatian penuh dari orang tua, kurang rasa aman, sering
dimanjakan. Sebaliknya, seseorang yang memiliki kepribadian yang kuat karena ia
telah mendapat perhatian penuh dari orang tua, kehangatan jiwa dan pemberian
pengalaman hidup dari orang tuanya.
Peran kedua sebagai
seseorang yang mengembangkan karakter anak adalah guru. Sebagai seorang guru,
hendaknya memiliki kemampuan dalam mendidik siswanya terutama sering-sering
mengecek siswanya. Tidak hanya sekedar menghabiskan bab-bab pada buku
pelajaran, sekedar menyampaikan informasi atau mengejar target kurikulum.
Menurut pengakuan salah
satu siswa, ada saja penyakit guru yang dapat mempengaruhi proses belajar
mengajar di kelas, diantaranya :
1.
Tidak punya selera
mengajar
2.
Kurang memperkaya materi
(lemah sumber)
3.
Kurang disiplin
4.
Asal masuk kelas
5.
Tidak bisa komputer
6.
Kurang terampil
7.
Asal sampaikan materi,
urutan tidak akurat
8.
Di kelas diremehkan anak
Hal yang seperti inilah
yang bisa menjadi salah satu penghambatnya.
Peran ketiga adalah
masyarakat atau tempat anak itu tinggal atau bermain atau bergaul. Anak bisa
terkontaminasi kebiasaan yang buruk akibat pengaruh luar. Sehingga, sedini
mungkin orang tua harus bisa menjaga anak-anaknya dari pengaruh luar yang
negatif.
2.3 Dampak
Penurunan Moral
2.3.1 Banyak anak
berperilaku anarkis
2.3.2 Banyak anak tidak
memiliki sikap yang santun terhadap orang lain
2.3.3 Tidak mau tolong
menolong dengan sesama
2.3.4 Tidak menghargai
sesuatu
2.3.5 Banyak terjadi
pemberontakan yang dilakukan anak terhadap orang tuanya
2.3.6 Perubahan gaya
hidup, mulai dari nilai-nilai agama, social dan budaya
2.3.7 Jati
diri bangsa Indonesia luntur
2.4 Upaya Meminimalisir
Penurunan Moral
2.4.1 Bagi pra
orang tua, sebaiknya mulai sekarang belajar bagaimana mengasuh anak yang baik
dan benar dengan cara mengikuti parenting education
2.4.1 Lebih
memperhatikan anak dan mendampingi anak dalam situasi apapun
2.4.1 Mengutamakan
waktu bersama dengan keluarga walaupun jam kerja padat
2.4.1 Bagi para
guru, sebaiknya mulai menerapkan proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan
serta membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam suatu mata pelajaran.
2.4.1 Guru yang
menjadi contoh dan panutan di sekolah juga harus dapat memberi contoh yang baik
kepada murid-muridnya, seperti berpakaian rapi, berkata sopan, disiplin,
perhatian kepada murid dan menjaga kebersihan.
2.4.1 Melakukan
kegiatan-kegiatan rutin di sekolah, seperti setiap hari senin melakukan upacar
bendera, berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru
atau teman
2.4.1 Mengkoreksi
perbuatan yang kurang baik secara spontan, misalnya menegur ketika siswa
berteriak-teriak ketika proses pembelajaran berlangsung
2.4.1 Memuji
perbuatan tepuji, misalnya memperoleh nilai tinggi, membantu teman atu bahkan
memperoleh prestasi dibidang seni atau olahraga
2.4.1 Sekolah
sebaiknya mendukung program pendidikan budaya ddan karakter bangsa dalam
perwujudan misalnya toilet sekolah yang bersih, bak sampah terletak di berbagai
tempat dan kondisi sekolah yang bersih
2.4.1 Kita sendiri
sebagai pelajar, hendaknya dapat menyaring hal-hal yang baik menurut kita dan
hal-hal yang buruk bagi kita
2.5 Pengaruh Penurunan
Moral Terhadap Prestasi Belajar
Sebuah penelitian yang
sangat mengejutkan yang menyangkut kecerdasan seseorang dalam meraih kesuksesan
pernah dikemukakan oleh pakar kelas dunia, Daniel Goleman yang menyatakan bahwa
“80% kesuksesan seseorang ditentukan oleh kecerdasan emosinya (emotional
quotient=eq), sedangkan 20% ditentukan oleh IQnya.” Disinilah pembentukan
karakter itu sangat berperan untuk meraih kesuksesan. Jadi dapat disimpulkan
bahwa pendidikan karakter dapat dijadikan obat agar terjadi peningkatan
prestasi akademik pada siswa.
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Dari berbagai uraian
yang panjang lebar diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut :
3.1.1 Di
negeri ini sudah jelas terjadi penurunan moral yang cukup memprihatinkan,
sehingga seluruh lapisan masyarakat harus bertindak lebih lanjut atas hal ini
3.1.2 Pendidikan
budaya dan karakter bangsa ini sangat berpengaruh pada prestasi siswa dan akhlak
setiap individu
3.1.3 Orang tua
dan guru merupakan orang pertama yang member bekal kepada anak-anak bangsa
tentang pendidikan karakter sebelum anak tersebut terjun di masyarakat
3.1.4 Perilaku
anak tergantung dari pemberian contoh oleh orang tua terutama dan gurunya
3.1.5 Keadaan
lingkungan juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang anak bangsa
3.1.6 Pengaruh yang
mendasar akibat penurunan moral adalah pesatnya globalisasi
3.2 Saran
Ada beberapa saran yang
perlu kami sampaikan untuk kelanjutan penulisan karya ilmiah ini, diantaranya :
3.2.1 Semoga
dengan adanya karya ilmiah sederhana yang kami tulis ini dapat memperkaya
pendapat pembaca untuk mengembangkan pendidikan karakter pada anak
3.2.2 Dapat dijadikan
referensi tentang pendidikan karakter pada anak
Daftar Pustaka
Arifin,Nur Rohman. 2014.
Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Bandar Lampung: Mitra Media